Kemerdekaan Berlumuran Darah

Mereka berdasi berbaju rapi Berdiri gagah menebar janji Mereka juga ada di gedung ini Itulah mereka sang birokrasi Muntahan janji mereka rangkai untuk kita Kemerdekaan salah satu dari rangkaian janjinya 

Bagaikan fajar tidak memancarkan cahaya Sebab dia tidak memahami maknah dari kata merdeka Sagaimana ingin memberi kemerdekaan dengan hati pasrah Sementara tubuh mereka sudah berlumuran darah

Jiwaku selalu bertanya apakah kita harus menerima semua itu atau menolaknya mentah-mentah Jang ada mereka akan memutilasi raga mengakibatkan mahasiswa harus mengobarkan api amarah Lihatlah

wahai mahasiswa iron stock, kaum intelektual muda, pembawa perubahan Disekitar kita masih terkonsep sebuah sistem biadab yang begitu mapan Kemerdekaan sudah dilumuri darah akibat kerakusan para pemimpin

Apakah kita tidak sanggup lagi melontarkan tinju kiri melebihi awan 
Sudah saatnya menyanyikan lagu kemerdekaan yang menggema keudara 
Senantiasa tuhan tidak akan pernah tidur bahkan buta
Dan tidak ada perjuangan berakhir sia – sia 
Jiwa merdeka kitapun harus bisa bergerilya dan juga berlipat ganda 

 Hiduplah mahasiswa...! 
 Hidup wahai pemuda desa...! 
 Hudup kaum miskin kota...! 
 Hidup negaraku indenesia...!

Komentar